Selasa, 01 Oktober 2013

SEJARAH INTERNET TAHUN 1983

SEJARAH INTERNET TAHUN 1983 

Tahun 1983, ARPANET terpisah menjadi dua komponen. Satu komponen, tetap dikenal sebagai ARPANET, yang digunakan untuk menyambungkan pusat penelitian dan akademik. Yang lain, dikenal sebagai MILNET, digunakan untuk membawa trafik militer dan merupakan bagian dari Defence Data Network (DDN). Di tahun yang sama kita melihat kenaikan popularitas TCP/IP dengan dimasukannya kernel komunikasi ke implementasi UNIX dari University of California, 4.2BSD (Berkeley Software Distribution) UNIX.
Pada tahun 1984 jumlah host di Internet melebihi 1000 buah. Pada tahun itu pula diperkenalkan Domain Name System (DNS) yang mengganti fungsi tabel nama host. Sistem domain inilah yang sampai saat ini kita gunakan untuk menuliskan nama host.
Tahun 1986, National Science Foundation (NSF) membangun tulang punggung jaringan komputer untuk menyambungkan National Center for Atmospheric Research (NCAR) dan empat pusat superkomputer regional yang dibiayai oleh NSF. Jaringan ini dikenal sebagai NSFNET, awalnya dimaksudkan sebagai backbone dari network lainnya, dan tidak sebagai mekanisme interkoneksi dari system-system individual.
"Appropriate Use Policy" didefinisikan oleh NSF mem batasi traffic untuk keperluan non-komersial. NSFNET terus berkembang dan memberikan sambungan antara jaringan yang dibiayai NSF dan non-NSF, yang kemudian dikenal sebagai Internet hari ini.
Pada tahun 1987 berdiri UUNET yang saat ini merupakan salah satu provider utama Internet. Tercatat pula pada tahun tersebut jumlah host melewati angka 10.000. Setahun kemudian kecepatan jaringan tulang punggung NSFNET ditingkatkan menjadi T1 (1,544Mbps). Di samping itu juga terdapat beberapa negara di Eropa yang masuk ke jaringan NSFNET.
Awal spesifikasi NSFNET mampu untuk multiprotocol, TCP/IP digunakan untuk interkonektifitas dengan tujuan akhir untuk migrasi ke Open System Interconnection (OSI). NSFNET awalnya terdiri dari sambungan 56Kbps dan berhasil di upgrade ke sambungan T1 1.544Mbps di tahun 1989. Migrasi ke jaringan yang di manage secara professional di supervisi oleh konsorsium yang terdiri dari Merit (Michigan state regional network bermarkas di University of Michigan), IBM, dan MCI. Advanced Network & Services, Inc. (ANS), sebuah perusahaan non-profit dibentuk oleh IBM dan MCI, bertanggung jawab untuk mensupervisi transisi NSFNET backbone ke T3 (44.736 Mbps) di akhir 1991. Pada saat yang sama, NSF mendanai beberapa Internet Servis Provider regional untuk memberikan sambungan ke institusi pendidikan dan berbagai lokasi penelitian yang didanai NSF.
Tahun 1993, NSF memutuskan untuk tidak masuk ke usaha mengoperasikan & mendanai jaringan, tetapi kembali mendanai penelitian bidang supercomputing dan komunikasi kecepatan tinggi. Di samping itu, ada tekanan yang sangat besar untuk mengkomersialkan internet. Tahun 1989, sebuah gateway percobaan berhasil mengkaitkan MCI, CompuServe, dan Internet mail services. Pada saat itu, untuk pertama kali-nya pengguna komersial non-akademik dan non-hardcore mengetahui kemampuan Internet. Tahun 1991, Commercial Internet Exchange (CIX) Association di bentuk oleh General Atomics, Performance Systems International (PSI), dan UUNET Technologies untuk mempromosikan dan memberikan service backbone Internet komersial. Hal ini semua memberikan tekanan yang sangat besar dari non-NSF ISP untuk membuka jaringan ke semua pengguna.
Tahun 1994, pelaksanaan pengurangan campur tangan NSF di Internet publik. Struktur yang baru terdiri atas tiga bagian, yaitu:
  • Network Access Points (NAPs), dimana ISP individual melakukan interkoneksi. NSF awalnya mendanai empat (4) dari NAP: Chicago (di operasikan oleh AMeritech), New York (really Pensauken, NJ, di operasikan oleh Sprint), San Francisco (di operasikan oleh Pacific Bell, sekarang SBC), dan Washington, D.C. (MAE-East, dioperasikan oleh MFS, sekarang bagian dari Worldcom).
  • very High Speed Backbone Network Service, sebuah jaringan interkoneksi NAPs dan pusat-pusat yang di danai NSF, di operasikan oleh MCI. Jaringan ini di instalasi tahun 1995 dan beroperasi pada kecepatan OC-3 (155.52 Mbps); kemudian di upgrade ke OC-12 (622.08 Mbps) tahun 1997.
  • Routing Arbiter, untuk menjamin cukupnya routing protokol untuk Internet.
ISP yang dibiayai NSF diberikan waktu lima (5) tahun dengan biaya yang berkurang agar dapat mendanai diri sendiri secara konmersial di tahun ke lima. Pendanaan ini berhenti tahun 1998 dan bermunculan banyak NAP untuk memberikan servis. Terminologi hari ini dikenal sebagai three (3) tier ISP, yaitu:
  • Tier 1 adalah ISP nasional di Amerika Serikat, atau mereka yang memiliki keberadaan secara nasional dan tersambung pada minimal tiga (3) dari empat (4) NAP awal. ISP nasional (Tier 1) ini termasuk AT&T, Sprint dan Worldcom.
  • Tier 2 adalah regional ISP, atau mereka yang mempunyai keberadaan regional dan tersambung pada kurang dari tiga regional NAP. Contoh regional ISP adalah Adelphia, BellAtlantic.net, dan BellSouth.net.
  • Tier 3 adalah ISP lokal, atau mereka yang tidak mempunyai sambungan ke NAP tapi memberikan servis melalui ISP upstream.
Tentunya banyak cerita lainnya tentang NAP terutama agar secara ekonomis dapat mandiri. Salah satunya adalah Metropolitan Fiber Systems (MFS) — memutuskan untuk membuat NAP sendiri. Salah satu NAP pertama MFS adalah MEA-East. MEA kepanjangan dari "Metropolitan Area Ethernet." Melalui fasilitas MEA ini para ISP interkonek router mereka melalui Ethernet saja. Ethernet LAN kemudian hari berubah menjadi 100Mbps FDDI ring, dan "E" menjadi "Exchange".
North American Network Operators Group (NANOG) merupakan forum diskusi dan pertukaran informasi teknis dan koordinasi antar network service provider. Pertemuan mereka tiga (3) kali setahun, NANOG menjadi sangat penting untuk menjaga ke stabilan servis Internet di Amerika Utara. Awalnya memang di danai oleh NFS, saat ini NANOG menerima pendanaan dari registrasi konferens dan donasi vendor.
Di tahun 1988, DoD dan sebagian besar badan pemerintah di Amerika Serikat memilih untuk mengadopsi protokol OSI. TCP/IP mereka lihat sebagai solusi sementara yang hanya beroperasi di peralatan komputer yang terbatas saja. Di samping itu, OSI hanya tertinggal beberapa tahun dari TCP/IP. Pada bulan Agustus 1990, DoD memutuskan untuk menggunakan protokol OSI di semua produk komunikasi komputernya dan penggunaan TCP/IP tidak akan di lanjutkan. Di tambah, dalam definisi U.S. Government OSI Profile (GOSIP) yang berisi set protocol yang harus di dukung untuk di jual ke pemerintah federal U.S. tidak memasukan TCP/IP ke dalamnya.
Walaupun dalam tekanan yang demikian keras, perkembangan TCP/IP terus berlanjut di akhir 1980-an bersama dengan perkembangan Internet. Perkembangan TCP/IP terjadi di lingkungan yang terbuka (open) walaupun komunitas terbuka ini relatif kecil karena sedikitnya site ARPA/NSF. Terutama di dorong oleh keyakinan "We reject kings, presidents, and voting. We believe in rough consensus and running code" [Dave Clark, M.I.T.]. Keyakinan ini yang ternyata membuahkan para hacker yang militan dan membangun berbagai perangkat yang dibutuhkan dalam pengembangan Internet. Pada akhirnya, di tahun 1994, National Institute for Standards and Technology (NIST) menyarankan agar GOSIP memasukan TCP/IP dan membuang persyaratan "hanya-OSI".

[edit]Perkembangan Internet

Perkembangan Internet di dokumentasikan di RFC 1296 "Internet Growth (1981-1991)". Dimulai dengan empat node APRANET di tahun 1969 menjadi hampir 600 node sebelum terpecah di tahun 1983. NSFNET juga di awali dengan beberapa node di tahun 1986. Selanjutnya perkembangan Internet menjadi exponensial.
Sebelum berkembangnya World Wide Web, Internet umumnya hanya digunakan oleh kalangan akademisi dan riset. Pada tahun 1993 NCSA mengeluarkan Mosaic, browser WWW dengan kemampuan grafik, pada seluruh platform yang biasa digunakan: X, PC/Windows, dan Macintosh. Munculnya Mosaic mulai menampakkan hasilnya pada tahun itu juga. Perkembangan lalu lintas data WWW tahun itu mencapai hampir 342000% sementara perkembangan Gopher ‘hanya’ 997%. Dunia bisnis dan media pun serta merta mulai memperhatikan Internet karena perkembangan ini. Hadirnya Mosaic ternyata menjadi titik belok perkembangan Internet dari hanya digunakan oleh kalangan akademisi dan riset menjadi digunakan oleh orang banyak untuk bisnis dan hiburan.
Internet Software Consortium menjadi host bagi Internet Domain Survey dengan dukungan teknis dari Network Wizards yang mengawali survey. Menurut mereka, Internet mencapai 30 juta host di tahun 1998, dan lebih dari 56 juta host di bulan Juli 1999. Dengan adanya teknologi akses Cable modem dan Asymmetrical Digital Subscriber Line (ADSL) menjadikan jumlah host di Internet mencapai 171 juta bulan Januari 2003. Pada saat booming di tahun 1990-an, setiap setengah jam ada jaringan baru yang terkait ke Internet. Estimasi menunjukan bahwa Internet menjadi dua kali lipat setiap 10-12 bulan. Trafik Internet doubel setiap 100 hari (atau berkembang 1000% setiap tahun). Pada beberapa tahun terakhir, jumlah node berkembang sekitar 50% setiap tahun dan trafik juga mengikuti perkembangan yang ada.

Apa yang terjadi dengan APRANET? APRANET berangsur-angsur menjadi kecil di akhir tahun 1980-an dan trafik berpindah ke Internet. Pada bulan Juli 1990 APRANET di hentikan operasinya.

SEJARAH INTERNET 1957 DoD


SEJARAH INTERNET 1957 DoD 


Pada tahun 1957 Dephan AS (DoD = Departement of Defense) membentuk ARPA (Advanced Research Projects Agency) sebagai tanggapan terhadap peluncuran Sputnik-nya Uni Sovyet. ARPA bertugas meningkatkan kemampuan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh militer. ARPA menjalankan tugasnya dengan memberikan bantuan dan melakukan kontrak kerja dengan universitas-universitas dan perusahaan-perusahaan yang memiliki ide yang dianggap menjanjikan bagi operasinya.

Pada pertengahan tahun 1960-an, saat puncak Perang Dingin, DoD ingin memiliki komando dan pengendalian jaringan yang dapat mempertahankan diri bila terjadi perang nuklir. Untuk mengatasi masalah ini DoD mengubah arah risetnya, ARPA. Bekerjasama dengan beberapa universitas, ARPA memutuskan bahwa jaringan yang diperlukan DoD adalah berbentuk packet-switching yang terdiri dari sebuah subnet dan komputer-komputer host. Pada Desember 1968, ARPA memberikan kontraknya kepada BBN, sebuah biro konsultan di Cambridge, Massachusetts untuk membangun jaringan tersebut dan membuat software-software pendukung.

Walaupun masih terdapat kekurangan pada masalah software, pada Desember 1969 berhasil diluncurkan sebuah jaringan eksperimen yang menghubungkan empat buah simpul yaitu UCLA, UCSB, SRI dan Utah University. Jaringan ARPANET ini segera berkembang dengan pesat meliputi seluruh wilayah AS dalam tiga tahun pertamanya. Sebagai tambahan dalam membantu pertumbuhan ARPANET yang masih prematur ini, ARPA juga membiayai penelitian jaringan satelit dan jaringan radio paket yang mobile. 
Pengamatan ini mendorong semakin banyaknya penelitian tentang protokol, yang berpuncak pada penemuan model dan protokol TCP/IP. TCP/IP secara spesifik dirancang untuk menangani komunikasi melalui internetwork, sesuatu yang menjadi semakin penting dengan semakin banyaknya jaringan dan LAN yang dihubungkan ke ARPANET. Untuk mendorong pemakaian protokol-protokol baru tersebut, ARPA mengadakan beberapa kontrak dengan BBN dan Universitas California di Berkeley untuk mengintegrasikan protokol-protokol tersebut ke dalam Berkeley UNIX.

Pada tahun 1983, ARPANET memiliki jaringan yang besar dan sudah dapat dianggap stabil dan sukses. Selama tahun 1980-an, jaringan-jaringan tambahan, khususnya LAN, makin banyak yang dihubungkan ke ARPANET. Sejalan dengan bertambah luasnya jaringan, host-pun semakin mahal. Karena itu DNS (Domain Naming System) dibentuk untuk mengorganisasi mesin ke dalam domain-domain tertentu dan memetakan nama-nama host ke dalam alamat-alamat IP.

Pada tahun 1990, ARPANET telah tersusun oleh jaringan-jaringan yang baru, yang sebenarnya dilahirkan sendiri oleh ARPANET. Setelah itu ARPANET menghentikan operasinya dan dibongkar. Sampai saat ini, MILNET masih tetap beroperasi.

Pada tahun 1984 NSF mulai merancang jaringan backbone berkecepatan tinggi yang akan menghubungkan keenam pusat superkomputernya di San Diego, Boulder, Champaign, Pittsburgh, Ithaca dan Princeton. Jaringan ini diproyeksikan sebagai pengganti ARPANET dan akan dibuka untuk seluruh kelompok-kelompok riset universitas, laboratorium riset, perpustakaan dan musium untuk mengakses keenam superkomputernya itu dan berkomunikasi satu dengan lainnya. Jaringan ini juga terhubung dengan ARPANET. Selanjutnya NSF dengan segera membuat rencana jaringan penerusnya dan memberikan kontrak kepada konsorsium Michigan-based MERIT untuk melaksanakan rencana tersebut. Jaringan ini pun akhirnya kewalahan sehingga pada tahun 1990 jaringan ini segera ditingkatkan kemampuannya.


Pada tahun 1995, backbone NSFNET tidak diperlukan lagi untuk menginterkoneksikan jaringan-jaringan regional NSF. Untuk mempermudah dan meyakinkan bahwa setiap jaringan regional dapat berkomunikasi dengan jaringan regional lainnya, NSF memberikan kontrak kerja kepada empat operator jaringan untuk membuat NAP (Network Access Point). Operator-operator tersebut adalah PacBell (San Francisco), Ameritech (Chicago), MFS (Washington D.C.) dan Sprint (New York City). Setiap operator jaringan yang ingin menyediakan layanan backbone kepada jaringan-jaringan regional NSF harus menghubungkan semua NAP tersebut. Selain NAP-NAP NSF, juga telah dibuat bermacam-macam NAP pemerintah (misalnya, FIX-E, FIX-W, MAE-East dan MAE-West) dan NAP-NAP komersial (misalnya CIX).

Setelah TCP/IP dinyatakan sebagai satu-satunya protokol resmi pada 1 januari 1983, jumlah jaringan, mesin dan pengguna yang terhubung ke ARPANET bertambah dengan pesatnya. Pada saat NSFNET dan ARPANET saling dihubungkan, pertumbuhannya menjadi eksponensial. Banyak jaringan regional yang bergabung dan hubungan-hubungan dibuat untuk membangun jaringan di Kanada, Eropa dan Pasifik.
Pada pertengahan tahun 1980-an, orang mulai memandang kumpulan jaringan. Pertumbuhan terus berlanjut secara eksponensial, dan pada tahun 1990 Internet telah tumbuh menjadi 3000 jaringan dan 200.000 kiriomputer. Pada tahun 1992, host kesatu-juta telah terhubung ke jaringan. Pada tahun 1995, terdapat banyak backbone, ratusan jaringan tingkat menengah (regional), puluhan ribu LAN, jutaan host dan puluhan juta pengguna.

Sampai awal tahun 1990-an, Internet banyak dipakai oleh para akademisi, pemerintah dan para peneliti industri. Sebuah aplikasi baru, WWW (World Wide Web) mengubah wajah Internet dan membantu jutaan pengguna baru, nonakademisi ke jaringan. Aplikasi ini, ditemukan oleh fisikawan CERN Tim Berners-Lee, tanpa mengubah fasilitas-fasilitas yang telah ada namun membuatnya menjadi lebih mudah digunakan. Bersama-sama dengan Mosaic viewer, yang dibuat oleh NCSA (National Center for Supercomputer Applications), WWW memungkinkan sebuah situs (site) untuk menyusun sejumlah halaman informasi yang berisi teks, gambar, suara dan bahkan video, dengan meletakkan link ke halaman-halaman lainnya. Dengan meng-klik sebuah link, pengguna akan segera dibawa ke halaman yang ditunjukkan oleh link tersebut.
Dalam setahun setelah Mosaic diluncurkan, jumlah server WWW berkembang dari 100 menjadi 7000. Pertumbuhan yang cepat ini terus berlangsung dengan pesat sampai sekarang.

Dan sejarah internet di negri kita indosesia sendiri
 dimulai pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet. Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet. dan awal mula internet di indonesia Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia pada tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.